Isnin, 6 Oktober 2008
Ahad, 5 Oktober 2008
Jalan Cinta Para Sufi
Abah Anom Suryalaya (1)
Abu Ahmad as-Sughuri q.s (2)
Abu Yazid Al Bustami (1)
Abul Hasan Al Syazili (1)
Ad Diba`i (1)
Ahmad al Rifa’i (1)
Al Asy’ari (1)
Al Baihaqi (1)
Al Daruquthni (1)
Al Hallaj (1)
Al Imam An-Nibras Umar bin Abdurrahman Al-Attas (1)
Al Mahalli (1)
Al-Bushiri dan Kasidah Burdah (1)
Al-Habib Abdullah bin Muchsin Al-Aththas (1)
Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi (2)
Al-Mawardi (1)
Ala'uddin al-Bukhari al-'Aththar qs (1)
Ali Zainal Abidin (1)
As Suyuthi (1)
Dewi Khadijah (1)
Fariduddin al Attar (1)
Habib Ali bin Abubakar bin Umar al-Hamid (1)
Habib Ali Zainal Abidin Al-Idrus (1)
Habib Syaikh Mawlaya Yusuf al-Baghdadi al-Maghribi (1)
Habib Zain bin Abdullah Al Aidrus (1)
Hafshoh binti Umar r.a. (1)
Ibn Khaldun (1)
Ibn Taimiyah (1)
Ibnu Athaillah Askandari (1)
Ibnu Hajar Al Haitami (1)
Ibnu Hajar Al ‘Asqalani (1)
Imam Abu Dawud (1)
Imam Al Ghazali (1)
Imam Bukhori (1)
Imam Ibn Majah (1)
Imam Muslim (1)
Imam Nasa'i (1)
Imam Nawawi (1)
Imam Tirmizi (1)
Jalaludin Rumi (3)
Khadijah Binti Khuwailid radhiall'anha (1)
Maulana Malik Ibrahim (1)
Maulana Shaykh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani (2)
Maulana Syeikh Muhammad Hisyam Kabbani ar-Rabbani qs (1)
Muhammad Ibnu Abbad (1)
Muhammad Ilyas bin Muhammad Isma’il Al-Hanafi Ad-Diyubandi Al-Jisyti Al-Kandahlawi (1)
Muhammad Khalil Al Maduri (1)
Muhammad Yusuf Tajul Khalwati (1)
Mulla Shadra (1)
Nabi Khidir as. (1)
Nabi Muhammad SAW (1)
Rabi'ah Al Adawiyah (4)
Raden Amangkurat (1)
Rantai Emas Masyaikh Naqshbandi Haqqani (6)
Saudah Binti Zam'ah r.a (1)
Sayid Utsman (1)
Sayyid Abdullah Al Haddad (1)
Sayyid Amir al-Kulal (1)
Sayyid Ja’far Al Barzanji - Mufti Madinah (1)
Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki (1)
Shafiyah Binti Huyai Radhiallaahu 'Anha (1)
Sholahuddin Al Ayyubi (1)
Suhrawardi Al Maqtul (1)
Sunan Ampel (1)
Sunan Bonang (1)
Sunan Drajat (1)
Sunan Giri (1)
Sunan Gunung Jati (1)
Sunan Kalijaga (1)
Sunan Kudus (1)
Sunan Muria (1)
Syah Waliullah (1)
Syaih Abdul Qadir Muhammad (1)
Syaikh Ismail ash-Shirwani (1)
Syaikh Khalid al-Baghdadi (1)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin (1)
Syaikh Sulaiman Ar Rasuli (1)
Syaikh Umar bin Maulana Yusuf al-Maghribi (1)
Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani (2)
Syeikh Abdurrauf As-Sinkili (1)
Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi (1)
Syeikh Ahmad Zaini Dahlan (1)
Syeikh Ibnu Araby (3)
Syeikh Moh. Sa’ad Mungka (1)
Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjar (1)
Syeikh Muhammad Bahauddin An Naqsabandiy (1)
Syeikh Siti Jenar (2)
Wali 7 (8)
Wali 9 (10)
Yusuf Al Qardhawi (1)
‘Uways al-Qarani (1)
Abah Anom Suryalaya (1)
Abu Ahmad as-Sughuri q.s (2)
Abu Yazid Al Bustami (1)
Abul Hasan Al Syazili (1)
Ad Diba`i (1)
Ahmad al Rifa’i (1)
Al Asy’ari (1)
Al Baihaqi (1)
Al Daruquthni (1)
Al Hallaj (1)
Al Imam An-Nibras Umar bin Abdurrahman Al-Attas (1)
Al Mahalli (1)
Al-Bushiri dan Kasidah Burdah (1)
Al-Habib Abdullah bin Muchsin Al-Aththas (1)
Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi (2)
Al-Mawardi (1)
Ala'uddin al-Bukhari al-'Aththar qs (1)
Ali Zainal Abidin (1)
As Suyuthi (1)
Dewi Khadijah (1)
Fariduddin al Attar (1)
Habib Ali bin Abubakar bin Umar al-Hamid (1)
Habib Ali Zainal Abidin Al-Idrus (1)
Habib Syaikh Mawlaya Yusuf al-Baghdadi al-Maghribi (1)
Habib Zain bin Abdullah Al Aidrus (1)
Hafshoh binti Umar r.a. (1)
Ibn Khaldun (1)
Ibn Taimiyah (1)
Ibnu Athaillah Askandari (1)
Ibnu Hajar Al Haitami (1)
Ibnu Hajar Al ‘Asqalani (1)
Imam Abu Dawud (1)
Imam Al Ghazali (1)
Imam Bukhori (1)
Imam Ibn Majah (1)
Imam Muslim (1)
Imam Nasa'i (1)
Imam Nawawi (1)
Imam Tirmizi (1)
Jalaludin Rumi (3)
Khadijah Binti Khuwailid radhiall'anha (1)
Maulana Malik Ibrahim (1)
Maulana Shaykh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani (2)
Maulana Syeikh Muhammad Hisyam Kabbani ar-Rabbani qs (1)
Muhammad Ibnu Abbad (1)
Muhammad Ilyas bin Muhammad Isma’il Al-Hanafi Ad-Diyubandi Al-Jisyti Al-Kandahlawi (1)
Muhammad Khalil Al Maduri (1)
Muhammad Yusuf Tajul Khalwati (1)
Mulla Shadra (1)
Nabi Khidir as. (1)
Nabi Muhammad SAW (1)
Rabi'ah Al Adawiyah (4)
Raden Amangkurat (1)
Rantai Emas Masyaikh Naqshbandi Haqqani (6)
Saudah Binti Zam'ah r.a (1)
Sayid Utsman (1)
Sayyid Abdullah Al Haddad (1)
Sayyid Amir al-Kulal (1)
Sayyid Ja’far Al Barzanji - Mufti Madinah (1)
Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki (1)
Shafiyah Binti Huyai Radhiallaahu 'Anha (1)
Sholahuddin Al Ayyubi (1)
Suhrawardi Al Maqtul (1)
Sunan Ampel (1)
Sunan Bonang (1)
Sunan Drajat (1)
Sunan Giri (1)
Sunan Gunung Jati (1)
Sunan Kalijaga (1)
Sunan Kudus (1)
Sunan Muria (1)
Syah Waliullah (1)
Syaih Abdul Qadir Muhammad (1)
Syaikh Ismail ash-Shirwani (1)
Syaikh Khalid al-Baghdadi (1)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin (1)
Syaikh Sulaiman Ar Rasuli (1)
Syaikh Umar bin Maulana Yusuf al-Maghribi (1)
Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani (2)
Syeikh Abdurrauf As-Sinkili (1)
Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi (1)
Syeikh Ahmad Zaini Dahlan (1)
Syeikh Ibnu Araby (3)
Syeikh Moh. Sa’ad Mungka (1)
Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjar (1)
Syeikh Muhammad Bahauddin An Naqsabandiy (1)
Syeikh Siti Jenar (2)
Wali 7 (8)
Wali 9 (10)
Yusuf Al Qardhawi (1)
‘Uways al-Qarani (1)
AL-HAWI
ASYRAAF
PONDOK HABIB
MAJELIS RASULULLAH
BAHRUS SHOFA
PROTAJDID
BICARA SUFI
MALAKIAN
AL FANSHURI
MUKHLIS
PONDOK TAMPIN
AL BAZRAH
ROUDHAH
_gos='c4.gostats.com';_goa=307757;_got=4;_goi=1;_goz=1;_gol='web analysis';_GoStatsTrack();_GoStatsRun();
_go_js="1.0";
_go_js="1.1";
_go_js="1.2";
_go_js="1.3";
_go_js="1.4";
_go_js="1.5";
_go_js="1.6";
_go_js="1.7";
_go_js="1.8";
_go_js="1.9";
web analysis
ASYRAAF
PONDOK HABIB
MAJELIS RASULULLAH
BAHRUS SHOFA
PROTAJDID
BICARA SUFI
MALAKIAN
AL FANSHURI
MUKHLIS
PONDOK TAMPIN
AL BAZRAH
ROUDHAH
_gos='c4.gostats.com';_goa=307757;_got=4;_goi=1;_goz=1;_gol='web analysis';_GoStatsTrack();_GoStatsRun();
_go_js="1.0";
_go_js="1.1";
_go_js="1.2";
_go_js="1.3";
_go_js="1.4";
_go_js="1.5";
_go_js="1.6";
_go_js="1.7";
_go_js="1.8";
_go_js="1.9";
web analysis
Khamis, 2 Oktober 2008
ZAINAB AL KUBRA R.A. ,
Seorang wanita cucu Rasulullah SAW, yang begitu tabah dan tetap tegar menghadapi ujian dan cobaan, demi kemuliaan keturunan Rasulullah SAW.
Menulis tentang Sitti Fatimah Azzahra dengan meninggalkan begitu saja kedua puterinya, rasanya memang kurang adil. Apalagi kalau yang dibicarakan itu menyangkut puterinya yang bernanna Zainab Al-Kubra. Ia tercatat dalam sejarah Islam sebagai wanita yang tabah dan gagah berani
Seperti diketahui, di samping kedua puteranya yang termasyhur itu, dalam perkawinannya dengan Imam Ali r.a., Sitti Fatimah Azzahra juga diberkahi oleh Allah s.w.t. dengan dua orang puteri. Mereka itu adalah Zainab Al-Kubra dan Zainab Ash-Sugra. Bersama dengan Al-Hasan dan Al-Husain r.a., kedua wanita itu sudah sejak masa anak-anak ditinggalkan untuk selamalamanya oleh ibundanya. Dalam usia yang masih muda sekali ini, sesaat sebelum wafat Sitti Fatimah r.a. telah berpesan khusus kepada Zainab Al-Kubra agar ia menjaga baik-baik kedua saudara lelakinya itu.
Memang, beban yang terberat bagi Sitti Fatimah Azzahra sebelum meninggal dunia rupanya adalah keempat anaknya yang masih kecil-kecil itu. Dikisahkan bahwa sesaat sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir Sitti Fatimah r.a. tak dapat menahan kepedihan hatinya. Ia harus memenuhi panggilan Ilahi pada usia yang begitu muda, 28 tahun. Sedangkan anak-anaknya belum satu pun yang mencapai usia sepuluh tahun.
Sesudah itu pada usia masih remaja, bahkan masih anak-anak, Zainab Al-Kubra sudah diserahi tanggung jawab untuk menjaga adik-adik dan merawat kakak-kakaknya. Tidak banyak yang bisa diungkapkan mengenai peran masa anak-anak yang dilakukan oleh kedua puteri Sitti Fatimah Azzahra itu.
Riwayat-riwayat hanya mengungkapkan kehidupan dan perkembangan Al Hasan dan Al Husain r.a. Hal ini tidak perlu diherankan, karena dunia kehidupan Arab yang keras jarang sekali mengedepankan peran seorang wanita. Jadi walaupun Zainab Al-Kubra dan Zainab Ash Sugra termasuk dalam lingkungan keluarga sangat mulia nama mereka jarang sekali ditonjolkan.
Baru beberapa tahun kemudian setelah Zainab Al Kubra meningkat remaja, maka peranannya diungkapkan oleh para periwayat. Sejarah akhirnya mencatat namanya dan mengakui peran penting yang dijalankan oleh Zainab Al Kubra dalam melindungi kesinambungan generasi penerus keluarga RASUL Allah s a w. Bagaimana pun juga, walau Zainab Al Kubra seorang wanita, tetapi ada darah kemuliaan dan kesucian yang mengalir dalam tubuhnya.
Sejak masa anak-anak ia telah turut memikul tanggung jawab kehidupan rumahtangga Imam Ali r.a. yang ditinggal wafat oleh Sitti Fatimah Azzahra. Zainab Al Kubra dengan tekun dan tabah melaksanakan amanat yang ditinggalkan oleh bundanya sesaat sebelum wafat. Dengan penuh tanggung jawab dirawatnya adik-adik dan kedua kakaknya itu. Boleh dikatakan ia tak pernah berpisah jauh dari kedua saudara lelakinya itu.
Tidak ada pengungkapan mengenai kelanjutan kehidupan Zainab Ash-Sugra. Sedangkan tentang Zainab Al Kubra justru makin menonjol setelah Al-Husain r.a. gugur di Karbala. Wanita inilah pada usia sudah lebih setengah abad tanpa mengebal gentar sedikit pun sedia mati untuk menyelamatkan keturunan langsung Rasul Allah s a.w. Ia menjadi saksi hidup tentang siksaan yang dialami oleh saudara lelakinya itu sampai Al-Husain r.a. meninggal dengan gagah berani.
Menulis tentang Sitti Fatimah Azzahra dengan meninggalkan begitu saja kedua puterinya, rasanya memang kurang adil. Apalagi kalau yang dibicarakan itu menyangkut puterinya yang bernanna Zainab Al-Kubra. Ia tercatat dalam sejarah Islam sebagai wanita yang tabah dan gagah berani
Seperti diketahui, di samping kedua puteranya yang termasyhur itu, dalam perkawinannya dengan Imam Ali r.a., Sitti Fatimah Azzahra juga diberkahi oleh Allah s.w.t. dengan dua orang puteri. Mereka itu adalah Zainab Al-Kubra dan Zainab Ash-Sugra. Bersama dengan Al-Hasan dan Al-Husain r.a., kedua wanita itu sudah sejak masa anak-anak ditinggalkan untuk selamalamanya oleh ibundanya. Dalam usia yang masih muda sekali ini, sesaat sebelum wafat Sitti Fatimah r.a. telah berpesan khusus kepada Zainab Al-Kubra agar ia menjaga baik-baik kedua saudara lelakinya itu.
Memang, beban yang terberat bagi Sitti Fatimah Azzahra sebelum meninggal dunia rupanya adalah keempat anaknya yang masih kecil-kecil itu. Dikisahkan bahwa sesaat sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir Sitti Fatimah r.a. tak dapat menahan kepedihan hatinya. Ia harus memenuhi panggilan Ilahi pada usia yang begitu muda, 28 tahun. Sedangkan anak-anaknya belum satu pun yang mencapai usia sepuluh tahun.
Sesudah itu pada usia masih remaja, bahkan masih anak-anak, Zainab Al-Kubra sudah diserahi tanggung jawab untuk menjaga adik-adik dan merawat kakak-kakaknya. Tidak banyak yang bisa diungkapkan mengenai peran masa anak-anak yang dilakukan oleh kedua puteri Sitti Fatimah Azzahra itu.
Riwayat-riwayat hanya mengungkapkan kehidupan dan perkembangan Al Hasan dan Al Husain r.a. Hal ini tidak perlu diherankan, karena dunia kehidupan Arab yang keras jarang sekali mengedepankan peran seorang wanita. Jadi walaupun Zainab Al-Kubra dan Zainab Ash Sugra termasuk dalam lingkungan keluarga sangat mulia nama mereka jarang sekali ditonjolkan.
Baru beberapa tahun kemudian setelah Zainab Al Kubra meningkat remaja, maka peranannya diungkapkan oleh para periwayat. Sejarah akhirnya mencatat namanya dan mengakui peran penting yang dijalankan oleh Zainab Al Kubra dalam melindungi kesinambungan generasi penerus keluarga RASUL Allah s a w. Bagaimana pun juga, walau Zainab Al Kubra seorang wanita, tetapi ada darah kemuliaan dan kesucian yang mengalir dalam tubuhnya.
Sejak masa anak-anak ia telah turut memikul tanggung jawab kehidupan rumahtangga Imam Ali r.a. yang ditinggal wafat oleh Sitti Fatimah Azzahra. Zainab Al Kubra dengan tekun dan tabah melaksanakan amanat yang ditinggalkan oleh bundanya sesaat sebelum wafat. Dengan penuh tanggung jawab dirawatnya adik-adik dan kedua kakaknya itu. Boleh dikatakan ia tak pernah berpisah jauh dari kedua saudara lelakinya itu.
Tidak ada pengungkapan mengenai kelanjutan kehidupan Zainab Ash-Sugra. Sedangkan tentang Zainab Al Kubra justru makin menonjol setelah Al-Husain r.a. gugur di Karbala. Wanita inilah pada usia sudah lebih setengah abad tanpa mengebal gentar sedikit pun sedia mati untuk menyelamatkan keturunan langsung Rasul Allah s a.w. Ia menjadi saksi hidup tentang siksaan yang dialami oleh saudara lelakinya itu sampai Al-Husain r.a. meninggal dengan gagah berani.
Langgan:
Catatan (Atom)
